Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Radmin adalah remote control yang tercepat perangkat lunak yang
tersedia di mana pun. Layar langsung barunya Transfer? teknologi
menggunakan kait video modus kernel driver untuk meningkatkan tingkat
penangkapan ratusan layar update per detik. Yang khusus optimasi
bandwidth rendah dapat digunakan untuk mengontrol komputer remote
nyaman bahkan pada modem dial-up dan sambungan GPRS.
Radmin
bekerja dalam modus terenkripsi di mana semua data, screen gambar,
gerakan mouse dan keyboard sinyal akan dienkripsi menggunakan AES
256-Bit enkripsi dengan kunci yang dihasilkan secara acak untuk setiap
koneksi ke komputer remote. Radmin otentikasi pengguna dapat
menggunakan salah Windows keamanan dengan Active Directory dan Kerberos
dukungan, atau keamanan sendiri dengan hak akses pengguna individu dan
aman login / password autentikasi. Keamanan Radmin menggunakan
Diffie-Hellman berdasarkan pertukaran kunci 2048-bit dengan ukuran
kunci. Tambahan IP filter membatasi akses ke host dan jaringan
tertentu.
Radmin 3.2 Remote Control for : Windows 95/98/Me/NT4/2000/XP/2003/Vista/2008 (32-bit and 64-bit)
System requirements
* Radmin Viewer will run on Windows 9x/ME/NT/2000/XP/2003/Vista/2008 32-bit and Windows XP/2003/Vista/2008 64-bit. * Radmin Server will run on Windows 2000/XP/2003/Vista/2008 32-bit and Windows XP/2003/Vista/2008 64-bit. DOWNLOAD RADMIN 3.2
Pada
Umumnya dalam peng- Instalan Windows XP dilakukan dengan sebuah CD.
Apabila kita lakukan dengan CD tentulah proses yang kita lakukan adalah
menyeting boot dari CD-ROM pada setingan booting komputer kita. Tetapi
kadang kala ada beberapa komputer yang tidak support boot dari CD-ROM
atau tidak mempunyai CD/DVD-ROM sama sekali. Bagaimana cara menginstal
Windows kalau sudah kaya begini? Tidak usah cemas. Kita bisa menginstal
Windows XP melalui sebuah Flashdisk. Namun proses instalasinya mungkin
tidak secepat instalasi melalui media CD.
Langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah :
1. Sebuah tool yang bernama USB Multiboot 1.0 yang bisa didownload disini. Tool ini yang nanti kita gunakan untuk mengcopy setup Windows XP ke flashdisk. 2. Sebuah flashdisk berkapasitas minimal 1 GB. 3. CD/DVD Instalasi Windows XP.
Setelah semua hal di atas siap. Lakukan beberapa langkah berikut :
1.
Ekstrak USB Multiboot 10.zip dengan Winzip, WinRar atau jika Anda tidak
memiliki apilkasi kompresi seperti WinRar atau WinZip yang akan
digunakan untuk mengekstak file Zip tadi, Anda bisa menggunakan aplikasi
freeware 7Zip yang bisa didownload disini. 2. Setelah proses ekstrak selesai, jalankan file USB_MultiBoot_10.cmd, kemudian akan tampak jendela CMD seperti di bawah.
3. Tekan Enter untuk melanjutkan 4. Kemudian akan muncul pilihan pada jendela yang sama.
5. Tekan H pada keyboard dan Enter untuk memuncul jendela HP USB Disk Storage Format Tool yang akan memformat flash disk Anda agar bisa digunakan sebagai media boot. Sebelumnya masukkan terlebih dahulu flashdisk Anda pada port USB yang tersedia. 6. Setelah jendela HP USB Disk Storage Format Tool mucul pilih drive Flashdisk Anda pada bagian Device, pilih NTFS pada File System, isi Volume Label dan klik start. Tunggu hingga proses format selesai.
7. Setelah proses format selesai Anda bisa menutup jendela format dengan mengklik tombol Close. 8. Kembali ke jendela CMD, akan akan menemui pilihan lagi. Ketik angka 1 kemudian tekan Enter. Sebelumnya masukkan dulu CD/DVD Instalasi Windows XP.
9. Anda akan diminta untuk menetukan lokasi CD/DVD Instalasi Windows XP. Tentukan lokasi CD/DVD Instalasi Windows XP dan klik OK.
10.Setelah itu akan muncul kotak dialog seperti di bawah. Klik No dan Anda akan diminta memasukkan Username, Nama Organisasi, Computer Name, CD Key, Time Zome, dan Workgroup. Terakhir klik OK.
11.Setelah itu kembali lagi pada jendela CMD. Pada jendela CMD ketik angka 2 dan tekan Enter untuk menentukan lokasi Flashdisk Anda.
12.Pada dialog yang muncul pilih drive Flashdisk dan klik OK.
13.Apabila drive flashdisk sudah ditentukan, pada jendela CMD ketik angka 3 dan tekan Enter untuk memulai proses pengcopyan Instalasi Windows XP ke flashdisk.
14.Pada pertengahan proses akan muncul dialog seperti di bawah. Klik YES untuk melanjutkan proses copy. Proses ini akan memakan waktu kurang lebih selama 15 menit.
15.
Pada akhir proses akan mucul kembali dialog seperti gambar di bawah.
Klik NO. Pada jendela CMD tekan Enter untuk mengakhiri proses copy.
Flashdisk telah siap untuk digunakan untuk menginstall Windows XP.
Tahap berikutnya adalah menginstal Windows XP melalui Flashdisk tadi. Untuk itu lakukan langkah-langkah berikut:
1. Masukkan flashdisk pada port USB yang tersedia pada komputer. Kemudian restart komputer Anda. 2.
Pada jendela BIOS untuk masuk ke BIOS Setup tekan Delete atau F1
tergantung tipe BIOS yang Anda gunakan. Pada Boot Configuration pilih
Flashdisk Anda sebagai First Boot Device. Setelah selesai Simpan Setting
dan keluar dari BIOS Setup. (Lebih lanjut bagaimana seting BIOS agar
computer bisa boot dari flashdisk baca manual motherboard Anda). 3.
Pada saat computer Anda booting, Anda akan menemui menu boot. Pilih menu
nomor 1. Begin TXT Mode Setup Windows XP, Never unplug USB-Drive Until
Logon”. Setup Windows XP akan berjalan seperti setup dari CD.
Nehh
gannn artikel bacaan tentang Cara Instalasi dan Uninstall Deep Frezee
Versi 6,.. gara-gara banyak yang salah seting awal waktu deep freeze di
Instal ,. pada kebingungan,.. datanya di tiap drivenya kuk gak dihapus
sama ditambah ,. walah2 ternyata ke deep freeze semua too,.. dari pada
bingung baca ini dulu oke,. ^^
Komputer anda terkena virus?
program terhapus secara tidak sengaja? komputer mendadak hang setelah
anda install sesuatu? Kalau anda memakai Deep Freeze, hal ini akan bisa
cegah…Untuk memakai Deep Freeze sebaiknya komputer anda dibagi menjadi
setidaknya 2 partisi yaitu partisi “master” untuk instalasi sistem OS
komputer seperti Windows, yang kedua partisi “secondary” untuk data,
installer maupun backup. Ada beberapa orang yang memakai software ini
membagi partisinya hingga 3 sampai 4 untuk data/installer/backup. Saya
sarankan kalau komputer anda mempunyai memori besar dan harddisk yang
aksesnya cepat (SATA setidaknya) baru boleh melakukannya karena sistem
komputer akan menjadi lambat terutama ketika loading.
Deep Freeze
sangat cocok untuk komputer yang biasanya fungsinya cuma untuk
menjalankan software yang sifatnya rutin dan jarang terjadi perubahan,
seperti: 1. Komputer yang ditaruh di tempat umum dan bisa diakses
oleh beberapa orang seperti komputer di sekolah, perpustakaan, bank, dan
kantor pemerintah atau layanan publik 2. Komputer yang digunakan untuk rental seperti warnet dan game center 3.
Komputer kerja di kantor atau di rumah yang sering akses ke internet
dan install program buat testing saja setelah itu di uninstall 4. Komputer yang sering kena virus, yang pemakainya tidak mau ambil pusing tiap kali install atau format Windows 5. Server komputer yang biasanya dipakai untuk akses online atau internet
Biasanya,
yang anda pakai untuk Deep Freeze hanya partisi sistem anda saja atau
partisi “master” karena partisi ini yang paling banyak diserang oleh
virus atau mengalami masalah dengan OS ketika startup. Hanya saja
program ini punya kelemahan setelah menginstall berarti anda tidak bisa
menambahkan apapun ke dalam partisi hardisk yang telah dibekukan.
Artinya ketika restart apapun yang anda buat pada partisi windows
(system biasanya C:\) setelah ‘frozen’ akan hilang lenyap.Oleh karena
itu disarankan sebaiknya sebelum menggunakan software ini partisi dulu
hardisk anda. Untuk partisi data sebaiknya tidak perlu dipasang Deep
Freeze karena anda tidak ingin ketika komputer anda restart data anda
hilang atau kembali ke posisi semula sebelum terjadi perubahan. Kalau
komputer anda singel partition (hanya ada “C” saja tidak ada “D”, dimana
“D” bukan CD/DVD-ROM atau RW), sebaiknya anda jangan memakai software
ini kecuali anda mau mengubahnya menjadi 2 partisi dengan menggunakan
software seperti Partition Magic.
Cara Uninstall Jika anda
ingat password anda Uninstall progam ini dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut: Pertama masuklah dlm mode thawed. tekan ctrl alt shift
F6 bersamaan tekan atau shift + double click pada icon deepfreeze di
pojok bawah taskbar. Masukkan password, lalu pilih thawed, dan restart.
Selanjutnya un-install harus dilakukan dg deepfreeze installer yg
dipake meng-install (Maksudnya, installer berfungsi jg sbg
un-installer). Selesai….
Proses uninstalasi menjadi lebih rumit
jika anda lupa password anda. Berikut ini cara yang bisa dilakukan (tapi
saya nggak tanggung akibatnya jika ada kerusakan pada sistem anda) :
1. Siapkan CDROM dan CD Installer Windos XP nya
2. Atur First Boot priority nya menjadi CD-ROM
3. Restart Komputer anda dan pilih boot from CD-ROM
4. Ikuti langkah2 seperti pada saat install Windows
5. Sampai pada bagian Enter to Setup … Enterlah lalu tekan F8 untuk persetujuan dan tunggu beberapa saat
6.
Lalu tekan R untuk repair (Repair Setup). Tapi sebelumnya pastikan dulu
setelah tekan F8 ada pilihan “repair …” nya apa ga. Kalo ga ada, saya
sarankan jangan dilanjutin dulu.
7. Selanjutnya ikuti langkah2 install windows berikutnya sampe selesai.
8. Sekarang siapkan DeepFreeze v.6 nya dan double klik.
9. Maka akan muncul jendela unInstall DeepFreeze dan lakukan proses uninstall sampai selese
10. Sekarang masalah sudah kelar… Deep-Unfreezer
juga boleh dicoba tuh kalo lupa passwordnya. Buat download
Deep-Unfreezer, coba cari di www.4shared.com, di situ ada search
engine-nya, isikan aja deep unfreeze, kayaknya banyak tuh free
downloadnya…. Ada juga software yang bernama XDeepFreeze dapat
mengatasi hal yang sama, tapi software ini kadang-kadang dapat merusak
sistem OS anda.
DNS
(Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah
sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama
domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam
jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk
setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail
exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap
domain.
DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet,
bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP
untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing),
manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama
domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat
e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.
Daftar DNS Server Bagi Pengguna Indonesia
Nawala Project - sangat di sarankan karena akan memblokir situs tidak baik & cukup stabil.
memang
pihak telkom memberikan default DNS tiap kota beda-beda agar mereka
bisa atur bandwidth-nya tetapi cara sy ini jitu, masukkan semua IP
dns-dns telkom ke dns server address anda, dijamin semua domain yg
sering di block bisa dibuka krn komputer anda akan mencari di semua
dns2nya dan selain itu internet lebih cepat, antaranya:
202.134.0.155 (nsjkt1.telkom.net.id) 203.130.196.155 (nsjkt2.telkom.net.id) 203.130.196.5
(nsjkt3.telkom.net.id) <-- dns untuk semua kota 202.134.1.10
(nssby1.telkom.net.id) 202.134.2.5 (nsbdg1.telkom.net.id) 203.130.208.18
(nssmg1.telkom.net.id) 203.130.206.250 (nsmdn1.telkom.net.id
203.130.196.6 (ns1.telkom.net.id) 222.124.204.34 (ns2.telkom.net.id)
202.134.1.5 (ns3.telkom.net.id)
Jenis Serangan dari Para Hacker
Dalam
menjalankan aksinya, para hacker melakukan berbagai macam teknik.
Teknik tersebut ada beragam, mulai dari tingkat menengah hingga sampai
ke tingkat tinggi. Untuk teknik tingkat tinggi ini, hanya
beberapa orang saja yang dapat melakukannya. Seorang Hacker biasanya
sukar untuk dideteksi, butuh waktu sampai berbulan-bulan untuk
menangkapnya.
Ada berbagai jenis serangan yang dilakukan para hacker, diantaranya:
1. Eksploit
Yaitu dengan memanfaatkan celah keamanan pada server target atau kesalahan konfigurasi pada sistem/jaringan.
2. Denial-of-Service (DoS)
Yaitu
membuat sistem tidak dapat diakses user lain dengan cara
menghancurkannya. Pada serangan jenis ini para hacker berusaha membuat
crash suatu service atau mesin, sehingga membuat jaringan atau hardware
sumber menjadi overload.
3. CGI script
Merupakan
program sisi server yang menjadikan web site dinamis. Yaitu berupa
bentuk formmail.cgi yang memungkinkan user mengirimkan email ke admin
website tanpa menggunakan suatu email client. Ada berbagai macam
serangan CGI script yang lain, diantaranya Cross Site Scripting, SQL
Command Injection dan Path Traversal.
4. Serangan terhadap Web Server
Di
dalam Web server tidak semuanya aman 100%, ada banyak web server yang
memiliki celah keamanan. Dua diantaranya Apache pada UNIX dan IIS pada
windows NT yang memiliki pembagian root atau sistem yang rentan. Untuk
IIS apabila belum dipatch sangat rentan terhadap serangan Traversal
direktori UNICODE yang memungkinkan para hacker mampu mengeksekusi file
Cmd.exe, hal ini digunakan untuk memperoleh suatu remote shell. Selain
itu, ada berbagai macam Bug umum lainnya yaitu berupa Buffer overflow
pada request field atau field HTTP lainnya.
5. Serangan terhadap Web Browser
Banyak
web browser yang mempunyai celah keamanan. Yang rentan terhadap format
string dan serangan buffer overflow juga ditemukan pada http client (
seperti Internet Explorer dan Netscape). Yang biasa kita temui di dalam
internet juga ada Active Content seperti JavaScript, Java, ActiveX dan
HTML itu sendiri dapat menjadi resiko keamanan yang cukup serius.
6. Access Auditing Suatu
Sistem operasi biasanya mendukung log dari login yang gagal, akses file
yang gagal, dan yang berhubungan dengan tugas-tugas administratif
terutama oleh user account non-administratif.
7. POP3 and IMAP yaitu
Server POP3 dan IMAP yang dikenal berisi eksploit sehingga memungkinkan
hacker melancarkan serangan dengan tujuan menebak password dari suatu
email address tertentu.
8. IP spoofing
Yaitu
Sejumlah serangan yang menggunakan perubahan sumber IP Address.
Protokol TCP/IP tidak memiliki cara untuk memeriksa sumber IP address
dalam packet header benar-benar milik mesin yang mengirimkannya atau
tidak. Kemampuan ini sering dimanfaatkan hacker untuk melancarkan
serangan seperti:
a. SMURF Attack Dimana Broadcast ping yang
terkirim dan sumber IP dari ping terlihat sama dengan IP address korban.
Dalam kasus ini sejumlah komputer akan merespon balik dan mengirim
suatu Ping reply ke korban. Kejadiannya terus berulang-kali, hingga
mesin korban mengalami overload dan dalam kondisi Denial of Service.
b. Prediksi jumlah rangkaian TCP Suatu
koneksi TCP yang ditandai dengan suatu jumlah rangkaian client dan
server. Jika jumlah rangkaian tersebut dapat ditebak, para hacker dapat
membuat packet dengan memalsukan IP address dan menebak urutan jumlah
untuk melakukan hijack koneksi TCP.
c. Prediksi rangkaian melalui pemalsuan DNS untuk
mengetahui nama host yang lain biasanya Server DNS mengquery server DNS
lain. Seorang hacker akan mengirimkan request ke server DNS target
seolah-olah seperti respon ke server yang sama. Dengan cara ini hacker
dapat membuat client yang mengakses, misalnya situs www.hotmail.com ke
server milik sang hacker.
9. Buffer Overflows Beberapa serangan umum Buffer overflow, diantaranya:
a. Buffer overruns pada kebanyakan Web server
Webserver
Apache dan IIS memiliki celah keamanan. Worm seperti Code Red (untuk
IIS) dan Linux. Slapper (untuk Apache) menjadikan celah keamanan yang
lebar.
b. DNS overflow Beberapa server DNS (BIND) sebelumnya
tergolong rentan terhadap overflow. Suatu serangan yang akan memberikan
nama DNS sangat panjang. Nama DNS dibatasi hingga 64-byte per
subkomponen dan 256 byte secara keseluruhan.
c. Serangan DNS Server
DNS biasanya dijalankan pada mode 'Trust' oleh service dan user -
maksudnya agar server DNS dapat dikompromikan supaya melancarkan
serangan lebih jauh pada user dan service lainnya. Hal ini menjadikan
server DNS merupakan target utama serangan para hacker.
d. Mengelabuhi cache DNS Serangan
yang umum terhadap server DNS. Sederhananya, bekerja dengan mengirimkan
suatu pertanyaan untuk meminta domain yang sesungguhnya ("siapakah
www.test.com ini?) dan akan disediakan jawaban yang tentu saja salah
("www.test.com adalah 127.0.01").
Penggunaan
nama sebagai pengabstraksi alamat mesin di sebuah jaringan komputer
yang lebih dikenal oleh manusia mengalahkan TCP/IP, dan kembali ke zaman
ARPAnet. Dahulu, setiap komputer di jaringan komputer menggunakan file
HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR International), yang memetakan sebuah
alamat ke sebuah nama (secara teknis, file ini masih ada - sebagian
besar sistem operasi modern menggunakannya baik secara baku maupun
melalui konfigurasi, dapat melihat Hosts file untuk menyamakan sebuah
nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum melakukan pencarian via DNS).
Namun, sistem tersebut diatas mewarisi beberapa keterbatasan yang
mencolok dari sisi prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer
berubah, setiap sistem yang hendak berhubungan dengan komputer tersebut
harus melakukan update terhadap file Hosts.
Dengan berkembangnya
jaringan komputer, membutuhkan sistem yang bisa dikembangkan: sebuah
sistem yang bisa mengganti alamat host hanya di satu tempat, host lain
akan mempelajari perubaha tersebut secara dinamis. Inilah DNS.
Paul
Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC
882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat
update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883
tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa
tambahan dari protokol inti DNS.
Teori bekerja DNS Para Pemain Inti
Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen: * DNS resolver, sebuah program klien yang berjalan di komputer pengguna, yang membuat permintaan DNS dari program aplikasi. *
recursive DNS server, yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai
tanggapan permintaan dari resolver, dan mengembalikan jawaban kepada
para resolver tersebut; dan ... * authoritative DNS server yang
memberikan jawaban terhadap permintaan dari recursor, baik dalam bentuk
sebuah jawaban, maupun dalam bentuk delegasi (misalkan: mereferensikan
ke authoritative DNS server lainnya)
Pengertian beberapa bagian dari nama domain Sebuah nama domain biasanya terdiri dari dua bagian atau lebih (secara teknis disebut label), dipisahkan dengan titik. *
Label paling kanan menyatakan top-level domain - domain tingkat
atas/tinggi (misalkan, alamat www.wikipedia.org memiliki top-level
domain org). * Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah
sub-divisi atau subdomain dari domain yang lebih tinggi. Catatan:
"subdomain" menyatakan ketergantungan relatif, bukan absolut. Contoh:
wikipedia.org merupakan subdomain dari domain org, dan id.wikipedia.org
dapat membentuk subdomain dari domain wikipedia.org (pada prakteknya,
id.wikipedia.org sesungguhnya mewakili sebuah nama host - lihat
dibawah). Secara teori, pembagian seperti ini dapat mencapai kedalaman
127 level, dan setiap label dapat terbentuk sampai dengan 63 karakter,
selama total nama domain tidak melebihi panjang 255 karakter. Tetapi
secara praktek, beberapa pendaftar nama domain (domain name registry)
memiliki batas yang lebih sedikit. * Terakhir, bagian paling kiri
dari bagian nama domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa dari nama
domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis untuk informasi yang
dibutuhkan; nama host adalah tujuan sebenarnya dari nama sistem yang
dicari alamat IP-nya. Contoh: nama domain www.wikipedia.org memiliki
nama host "www".
DNS memiliki kumpulan hirarki dari DNS servers.
Setiap domain atau subdomain memiliki satu atau lebih authoritative DNS
Servers (server DNS otorisatif) yang mempublikasikan informas tentang
domain tersebut dan nama-nama server dari setiap domain di-"bawah"-nya.
Pada puncak hirarki, terdapat root servers- induk server nama: server
yang ditanyakan ketika mencari (menyelesaikan/resolving) dari sebuah
nama domain tertinggi (top-level domain).
Sebuah contoh dari teori rekursif DNS
Sebuah
contoh mungkin dapat memperjelas proses ini. Andaikan ada aplikasi yang
memerlukan pencarian alamat IP dari www.wikipedia.org. Aplikasi
tersebut bertanya ke DNS recursor lokal.
* Sebelum dimulai,
recursor harus mengetahui dimana dapat menemukan root nameserver;
administrator dari recursive DNS server secara manual mengatur (dan
melakukan update secara berkala) sebuah file dengan nama root hints zone
(panduan akar DNS) yang menyatakan alamat-alamt IP dari para server
tersebut. * Proses dimulai oleh recursor yang bertanya kepada para
root server tersebut - misalkan: server dengan alamat IP "198.41.0.4" -
pertanyaan "apakah alamat IP dari www.wikipedia.org?" * Root server
menjawab dengan sebuah delegasi, arti kasarnya: "Saya tidak tahu alamat
IP dari www.wikipedia.org, tapi saya "tahu" bahwa server DNS di
204.74.112.1 memiliki informasi tentang domain org." * Recursor DNS
lokal kemudian bertanya kepada server DNS (yaitu: 204.74.112.1)
pertanyaan yang sama seperti yang diberikan kepada root server. "apa
alamat IP dari www.wikipedia.org?". (umumnya) akan didapatkan jawaban
yang sejenis, "saya tidak tahu alamat dari www.wikipedia.org, tapi saya
"tahu" bahwa server 207.142.131.234 memiliki informasi dari domain
wikipedia.org." * Akhirnya, pertanyaan beralih kepada server DNS ketiga (207.142.131.234), yang menjawab dengan alamat IP yang dibutuhkan. Proses ini menggunakan pencarian rekursif (recursion / recursive searching).
Pengertian pendaftaran domain dan glue records Membaca
contoh diatas, Anda mungkin bertanya: "bagaimana caranya DNS server
204.74.112.1 tahu alamat IP mana yang diberikan untuk domain
wikipedia.org?" Pada awal proses, kita mencatat bahwa sebuah DNS
recursor memiliki alamat IP dari para root server yang (kurang-lebih)
didata secara explisit (hard coded). Mirip dengan hal tersebut, server
nama (name server) yang otoritatif untuk top-level domain mengalami
perubahan yang jarang.
Namun, server nama yang memberikan jawaban
otorisatif bagi nama domain yang umum mengalami perubahan yang cukup
sering. Sebagai bagian dari proses pendaftaran sebuah nama domain (dan
beberapa waktu sesudahnya), pendaftar memberikan pendaftaran dengan
server nama yang akan mengotorisasikan nama domain tersebut; maka ketika
mendaftar wikipedia.org, domain tersebut terhubung dengan server nama
gunther.bomis.com dan zwinger.wikipedia.org di pendaftar .org. Kemudian,
dari contoh di atas, ketika server dikenali sebagai 204.74.112.1
menerima sebuah permintaan, DNS server memindai daftar domain yang ada,
mencari wikipedia.org, dan mengembalikan server nama yang terhubung
dengan domain tersebut.
Biasanya, server nama muncul berdasarkan
urutan nama, selain berdasarkan alamat IP. Hal ini menimbulkan string
lain dari permintaan DNS untuk menyelesaikan nama dari server nama;
ketika sebuah alamat IP dari server nama mendapatkan sebuah pendaftaran
di zona induk, para programmer jaringan komputer menamakannya sebuah
glue record (daftar lekat???)
DNS dalam praktek Ketika
sebuah aplikasi (misalkan web broswer), hendak mencari alamat IP dari
sebuah nama domain, aplikasi tersebut tidak harus mengikuti seluruh
langkah yang disebutkan dalam teori diatas. Kita akan melihat dulu
konsep caching, lalu mengertikan operasi DNS di "dunia nyata".
Caching dan masa hidup (caching and time to live) Karena
jumlah permintaan yang besar dari sistem seperti DNS, perancang DNS
menginginkan penyediaan mekanisme yang bisa mengurangi beban dari
masing-masing server DNS. Rencana mekanisnya menyarankan bahwa ketika
sebuah DNS resolver (klien) menerima sebuah jawaban DNS, informasi
tersebut akan di cache untuk jangka waktu tertentu. Sebuah nilai (yang
di-set oleh administrator dari server DNS yang memberikan jawaban)
menyebutnya sebagai time to live (masa hidup), atau TTL yang
mendefinisikan periode tersebut. Saat jawaban masuk ke dalam cache,
resolver akan mengacu kepada jawaban yang disimpan di cache tersebut;
hanya ketika TTL usai (atau saat administrator mengosongkan jawaban dari
memori resolver secara manual) maka resolver menghubungi server DNS
untuk informasi yang sama.
Waktu propagasi (propagation time) Satu
akibat penting dari arsitektur tersebar dan cache adalah perubahan
kepada suatu DNS tidak selalu efektif secara langsung dalam skala
besar/global. Contoh berikut mungkin akan menjelaskannya: Jika seorang
administrator telah mengatur TTL selama 6 jam untuk host
www.wikipedia.org, kemudian mengganti alamat IP dari www.wikipedia.org
pada pk 12:01, administrator harus mempertimbangkan bahwa ada (paling
tidak) satu individu yang menyimpan cache jawaban dengan nilai lama pada
pk 12:00 yang tidak akan menghubungi server DNS sampai dengan pk 18:00.
Periode antara pk 12:00 dan pk 18:00 dalam contoh ini disebut sebagai
waktu propagasi (propagation time), yang bisa didefiniskan sebagai
periode waktu yang berawal antara saat terjadi perubahan dari data DNS,
dan berakhir sesudah waktu maksimum yang telah ditentukan oleh TTL
berlalu. Ini akan mengarahkan kepada pertimbangan logis yang penting
ketika membuat perubahan kepada DNS: tidak semua akan melihat hal yang
sama seperti yang Anda lihat. RFC1537 dapat membantu penjelasan ini.
DNS di dunia nyata Di
dunia nyata, user tidak berhadapan langsung dengan DNS resolver -
mereka berhadapan dengan program seperti web brower (Mozilla Firefox,
Safari, Opera, Internet Explorer, Netscape, Konqueror dan lain-lain dan
klien mail (Outlook Express, Mozilla Thunderbird dan lain-lain). Ketika
user melakukan aktivitas yang meminta pencarian DNS (umumnya, nyaris
semua aktivitas yang menggunakan Internet), program tersebut mengirimkan
permintaan ke DNS Resolver yang ada di dalam sistem operasi.
DNS
resolver akan selalu memiliki cache (lihat diatas) yang memiliki isi
pencarian terakhir. Jika cache dapat memberikan jawaban kepada
permintaan DNS, resolver akan menggunakan nilai yang ada di dalam cache
kepada program yang memerlukan. Kalau cache tidak memiliki jawabannya,
resolver akan mengirimkan permintaan ke server DNS tertentu. Untuk
kebanyakan pengguna di rumah, Internet Service Provider(ISP) yang
menghubungkan komputer tersebut biasanya akan menyediakan server DNS:
pengguna tersebut akan mendata alamat server secara manual atau
menggunakan DHCP untuk melakukan pendataan tersebut. Jika administrator
sistem telah mengkonfigurasi sistem untuk menggunakan server DNS mereka
sendiri, DNS resolver umumnya akan mengacu ke server nama mereka. Server
nama ini akan mengikuti proses yang disebutkan di Teori DNS, baik
mereka menemukan jawabannya maupun tidak. Hasil pencarian akan diberikan
kepada DNS resolver; diasumsikan telah ditemukan jawaban, resolver akan
menyimpan hasilnya di cache untuk penggunaan berikutnya, dan memberikan
hasilnya kepada software yang meminta pencarian DNS tersebut.
Sebagai
bagian akhir dari kerumitan ini, beberapa aplikasi seperti web browser
juga memiliki DNS cache mereka sendiri, tujuannya adalah untuk
mengurangi penggunaan referensi DNS resolver, yang akan meningkatkan
kesulitan untuk melakukan debug DNS, yang menimbulkan kerancuan data
yang lebih akurat. Cache seperti ini umumnya memiliki masa yang singkat
dalam hitungan 1 menit.
Penerapan DNS lainnya Sistem yang dijabarkan diatas memberikan skenario yang disederhanakan. DNS meliputi beberapa fungsi lainnya: *
Nama host dan alamat IP tidak berarti terhubung secara
satu-banding-satu. Banyak nama host yang diwakili melalui alamat IP
tunggal: gabungan dengan pengasuhan maya (virtual hosting), hal ini
memungkinkan satu komputer untuk malayani beberapa situs web. Selain
itu, sebuah nama host dapat mewakili beberapa alamat IP: ini akan
membantu toleransi kesalahan (fault tolerance dan penyebaran beban (load
distribution), juga membantu suatu situs berpindah dari satu lokasi
fisik ke lokasi fisik lainnya secara mudah. * Ada cukup banyak
kegunaan DNS selain menerjemahkan nama ke alamat IP. Contoh:, agen
pemindahan surat Mail transfer agents(MTA) menggunakan DNS untuk mencari
tujuan pengiriman E-mail untuk alamat tertentu. Domain yang
menginformasikan pemetaan exchange disediakan melalui rekod MX (MX
record) yang meningkatkan lapisan tambahan untuk toleransi kesalahan dan
penyebaran beban selain dari fungsi pemetaan nama ke alamat IP. *
Kerangka Peraturan Pengiriman (Sender Policy Framework) secara
kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai
rekod TXT. * Menyediakan keluwesan untuk kegagalan komputer, beberapa
server DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya,
tigabelas server akar (root servers) digunakan oleh seluruh dunia.
Program DNS maupun sistem operasi memiliki alamat IP dari seluruh server
ini. Amerika Serikat memiliki, secara angka, semua kecuali tiga dari
server akar tersebut. Namun, dikarenakan banyak server akar menerapkan
anycast, yang memungkinkan beberapa komputer yang berbeda dapat berbagi
alamat IP yang sama untuk mengirimkan satu jenis services melalui area
geografis yang luas, banyak server yang secara fisik (bukan sekedar
angka) terletak di luar Amerika Serikat.
DNS menggunanakn TCP dan
UDP di port komputer 53 untuk melayani permintaan DNS. Nyaris semua
permintaan DNS berisi permintaan UDP tunggal dari klien yang dikuti oleh
jawaban UDP tunggal dari server. Umumnya TCP ikut terlibat hanya ketika
ukuran data jawaban melebihi 512 byte, atau untuk pertukaaran zona DNS
zone transfer
Jenis-jenis catatan DNS Beberapa kelompok penting dari data yang disimpan di dalam DNS adalah sebagai berikut: * A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk IPv4). * AAAA record atau catatan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit (untuk IPv6). *
CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain.
Domain yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS
seperti aslinya. * [MX record]]' atau catatan pertukaran surat
memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk
domain tersebut. * PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah
nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk
sebuah nama host di dalam domain in-addr.arpa yang mewakili sebuah
alamat IP menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk
alamat tersebut. Contohnya (saat penulisan / penerjemahan artikel ini),
www.icann.net memiliki alamat IP 192.0.34.164, tetapi sebuah rekod PTR
memetakan ,,164.34.0.192.in-addr.arpa ke nama kanoniknya:
referrals.icann.org. * NS record atau catatan server nama memetakan
sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain
tersebut. Pewakilan bergantung kepada rekod NS. * SOA record atau
catatan otoritas awal (Start of Authority) mengacu server DNS yang
mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet. * SRV record adalah catatan lokasi secara umum. *
Catatan TXT mengijinkan administrator untuk memasukan data acak ke
dalam catatan DNS; catatan ini juga digunakan di spesifikasi Sender
Policy Framework.
Jenis catatan lainnya semata-mata untuk
penyediaan informasi (contohnya, catatan LOC memberikan letak lokasi
fisik dari sebuah host, atau data ujicoba (misalkan, catatan WKS
memberikan sebuah daftar dari server yang memberikan servis yang dikenal
(well-known service) seperti HTTP atau POP3 untuk sebuah domain.
Nama domain yang diinternasionalkan Nama
domain harus menggunakan satu sub-kumpulan dari karakter ASCII, hal ini
mencegah beberapa bahasa untuk menggunakan nama maupun kata lokal
mereka. ICANN telah menyetujui Punycode yang berbasiskan sistem IDNA,
yang memetakan string Unicode ke karakter set yang valid untuk DNS,
sebagai bentuk penyelesaian untuk masalah ini, dan beberapa registries
sudah mengadopsi metode IDNS ini.
Perangkat lunak DNS Beberapa jenis perangakat lunak DNS menerapkan metode DNS, beberapa diantaranya: * BIND (Berkeley Internet Name Domain) * djbdns (Daniel J. Bernstein's DNS) * MaraDNS * QIP (Lucent Technologies) * NSD (Name Server Daemon) * PowerDNS * Microsoft DNS (untuk edisi server dari Windows 2000 dan Windows 2003) Utiliti berorientasi DNS termasuk: * dig (the domain information groper)
Pengguna legal dari domain Pendaftar (registrant) Tidak
satupun individu di dunia yang "memiliki" nama domain kecuali Network
Information Centre (NIC), atau pendaftar nama domain (domain name
registry). Sebagian besar dari NIC di dunia menerima biaya tahunan dari
para pengguna legal dengan tujuan bagi si pengguna legal menggunakan
nama domain tersebut. Jadi sejenis perjanjian sewa-menyewa terjadi,
bergantung kepada syarat dan ketentuan pendaftar. Bergantung kepada
beberpa peraturan penamaan dari para pendaftar, pengguna legal dikenal
sebagai "pendaftar" (registrants) atau sebagai "pemegang domain" (domain
holders)
ICANN memegang daftar lengkap untuk pendaftar domain di
seluruh dunia. Siapapun dapat menemukan pengguna legal dari sebuah
domain dengan mencari melalui basis data WHOIS yang disimpan oleh
beberpa pendaftar domain.
Di (lebih kurang) 240 country code
top-level domains (ccTLDs), pendaftar domain memegang sebuah acuan WHOIS
(pendaftar dan nama server). Contohnya, IDNIC, NIC Indonesia, memegang
informasi otorisatif WHOIS untuk nama domain .ID.
Namun, beberapa
pendaftar domain, seperti VeriSign, menggunakan model
pendaftar-pengguna. Untuk nama domain .COM dan .NET, pendaftar domain,
VeriSign memegang informasi dasar WHOIS )pemegang domain dan server
nama). Siapapun dapat mencari detil WHOIS (Pemegang domain, server nama,
tanggal berlaku, dan lain sebagainya) melalui pendaftar.
Sejak
sekitar 2001, kebanyakan pendaftar gTLD (.ORG, .BIZ, .INFO) telah
mengadopsi metode penfatar "tebal", menyimpan otoritatif WHOIS di
beberapa pendaftar dan bukan pendaftar itu saja.
Kontak Administratif (Administrative Contact) Satu
pemegang domain biasanya menunjuk kontak administratif untuk menangani
nama domain. Fungsi manajemen didelegasikan ke kontak administratif yang
mencakup (diantaranya): * keharusan untuk mengikuti syarat dari pendaftar domain dengan tujuan memiliki hak untuk menggunakan nama domain * otorisasi untuk melakukan update ke alamat fisik, alamat email dan nomor telepon dan lain sebagainya via WHOIS
Kontak Teknis (Technical Contact) Satu kontak teknis menangani server nama dari sebuah nama domain. Beberapa dari banyak fungsi kontak teknis termasuk: * memastikan bahwa konfigurasi dari nama domain mengikuti syarat dari pendaftar domain * update zona domain * menyediakan fungsi 24x7 untuk ke server nama (yang membuat nama domain bisa diakses)
Kontak Pembayaran (Billing Contact) Tidak perlu dijelaskan, pihak ini adalah yang menerima tagihan dari NIC.
Server Nama (Name Servers) Disebut sebagai server nama otoritatif yang mengasuh zona nama domain dari sebuah nama domain.
Politik Banyak
penyelidikan telah menyuarakan kritik dari metode yang digunakan
sekarang untuk mengatur kepemilikan domain. Umumnya, kritik mengklaim
penyalahgunaan dengan monopoli, seperti VeriSign Inc dan masalah-masalah
dengan penunjukkan dari top-level domain (TLD). Lembaga international
ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) memelihara
industri nama domain.
Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah
perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan
manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk
menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan
browser web.
Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada
lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer
dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah
Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti
umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti
akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user.
Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas
inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem
Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut
dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi.
Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian :
1.Mekanisme Boot, yaitu meletakan kernel ke dalam memory kernel, kernel dapat dikatakan sebagai inti dari Sistem Operasi.
2.Command
Interpreter atau Shell, bertugas untuk membaca input berupa perintah
dan menyediakan beberapa fungsi standar dan fungsi dasar yang dapat
dipanggil oleh aplikasi/program maupub piranti lunak lain. Contoh dari
Shell adalah : Command Prompt pada Windows XP (DOS pada Windows 98),
XTerm dan Konsole di Mesin Linux (Unix).
3.Driver untuk berinteraksi dengan hardware sekaligus mengontrol kinerja hardware.
4.Resource Allocator. Sistem Operasi bertugas mengatur dan mengalokasikan sumber daya dari perangkat.
5.Handler.
Handler berperan dalam mengendalikan sistem perangkat agar terhindar
dari kekeliruan (error) dan penggunaan sumber daya yang tidak perlu.
Sekarang kita akan menilik sejarah dan perkembangan Sistem Operasi.
Menurut Tanebaum, Sistem Operasi mengalami perkembangan yang dapat dibagi ke dalam 4 generasi.
1.Generasi Awal Perkembangan
awal Sistem Operasi masih dilakukan secara manual dalam artian belum
muncul adanya Sistem Operasi yang secara otomatis artinya belum
mendukung layanan pekerjaan yang dapat dilakukan dalam 1 rangkaian.
2.Generasi Kedua Di
generasi ini sudah diperkenalkannya perkejaan yang dapat dilakukan
dalam 1 rangkaian atau biasa disebut dengan Batch Proccessing System.
3.Generasi Ketiga
Pada
generasi ketiga, Sistem Operasi sudah mendukung layanan Multi-User,
Multi-Programming dan Batch Proccessing System (Multi-Task).
4.Generasi Keempat
Di
masa ini, sudah diperkenankannya GUI (Graphical User Interface) yang
artinya Sistem Operasi memiliki tampilan dan dengan bermodalkan mouse,
End-User dapat menjalankan aplikasi/porgram atau piranti lunak.
5.Generasi Selanjutnya
Pada
generasi selanjutnya diperkenalkan Sistem Operasi yang berada dalam
sebuah Sistem Operasi, ini adalah contoh sebuah Sistem Operasi
berbasikan Website yang berkerja di dalam sebuah Sistem Operasi. Dan
generasi selanjutnya diperkenalkanlah Sistem Operasi bergerak (Mobile)
pada perangkat bergerak seperti : PDA, Poket PC, dan lain sebagainya. Di
generasi selanjutnya diperkenalkan juga teknologi Sistem Operasi
jaringan yang sifatnya virtual, sehingga dalam 1 jaringan hanya diinstal
1 buah Sistem Operasi pada Perangkat yang bertugas menjadi Server.
Selain itu, diperkenalkan pula Cross Platform Operating System yang
artinya dapat menggabungkan 2 Sistem Operasi berbeda seperti : Linux dan
Windows.
Dewasa ini, hampir seluruh manusia memiliki PC dan
Mobile PC. Dikarenakan faktor harga yang selalu berubah dan kebutuhan
manusia akan perangkat otomatis seperti : PC, maka manusia menjadikan PC
sebagai kebutuhan utama. Seiring dengan perkembangan teknologi PC pun
dibuat ringkas agar dapat dijadikan sebagai piranti otomatisasi yang
bergerak (Bisa digunakan kapan saja, di mana saja dan oleh siapa saja).
Contoh PC bergerak adalah : Laptop, Notebook dan NetBook, ketiga piranti
tersebut juga memiliki Sistem Operasi layaknya PC. Dan sekarang saatnya
kita bahas Sistem Operasi yang ada di PC.
- WINDOWS (MICROSOFT WINDOWS)
Mircorost
Windows atau biasa kita sapa dengan sebutan Windows adalah Sistem
Operasi yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation yang menggunakan
antarmuka dengan berbasikan GUI (Graphical User Interface) atau tampilan
antarmuka bergrafis.
Awalnya Windows bermula dari Ms-Dos
(Microsoft Disk Operating System) yaitu sebuah Sistem Operasi yang
berbasiskan teks dan Command-Line interpreter. Windows Versi pertama,
Windows Graphic Environmnet 1.0 merupakan perangkat lunak yang bekerja
atas arsitekstur 16-Bit dan bukan merupakan Sistem Operasi dan berjalan
atas MS-DOS, sehingga untuk menjalankannya membutuhkan MS-DOS. MS-DOS
sendiri sebenarnya dibuat oleh perusahaan pembuat komputer Seattle
Computer Products dan barulah kemudian direkrut oleh Microsoft yang
selanjutnya dibeli lisensinya.
Kemudian berkembang menjadi
Windows 1.0 versi pertama Sistem Operasi dalam dunia Sistem Operasi yang
berbasiskan GUI (Graphical User Interface) dan mendukung Multi-Tasking
atau dapat mengerjakan banyak pekerjaan secara simultan. Setelah itu
Windows 1.0 berkembang menjadi Windows 2.0, Windows 2.0 ini berbasis GUI
dan mendukung penggunaan VGA (Video GraphicsArray) dan juga mendukung
Multi-Tasking. Windows 2.0 juga support terhadap penggunaan Processor
Intel 80286 dimana Processor Intel 80286 adalah Processor pertama dengan
kemampuan untuk memproteksi area memory.
Kemudian dilanjutkan
dengan generasi Windows 3.0 dimana Windows 3.0 memiliki kemampuan yang
sama dengan Windows sebelumnya dan ditambah dukungan kartu grafis SVGA
atau XGA dan juga icon yang lebih baik. Dalam era tersebut, Microsoft
juga menyediakan SDK (Software Development kit) sehingga para developer
piranti lunak dapat mengembangkan aplikasi/programnya agar mampu
berjalan di Windows 3.0 ini. Windows 3.0 juga memperkenalkan adanya
Virtual Device Driver (VXD) dimana dapat berguna untuk meminimalisasi
ketergantungan pada setiap driver pada perangkat keras tertentu. Windows
3.0 kemudian berevolusi menjadi Windows 3.1 yang sudah diperkenalkan
dengan fitur Multimedia dan True Type Font selain itu juga memudahkan
End-User karena adanya fitur Drag and Drop dan akhirnya Windows versi 3
ini berkembang menjadi Sistem Operasi yang sudah mengenal NetWorking
(Windows 3.11).
Setelah berkembang cukup lama akhirnya Microsoft
memperkenalkan Sistem Operasi hibrida 16-Bit/32-Bit yang dikenal dengan
nama Windows 95. Banyak perubahan dari Windows versi sebelumnya, yaitu :
Windows 95 memiliki GUI yang lebih menarik dan atraktif, mendukung Plug
and Play, mendukung penamaan yang panjang, memiliki beberapa fasilitas
seperti : Browser yang terintegrasi dan Windows Explorer untuk
menjelajah Windows. Selain itu juga Windows 95 memiliki fitur untuk
memanajemen daya (APM) dan diperkenalkannya juga Client-Server.
Generasi
penerus dari Windows 95 adalah Windows 98 dimana Windows 98 sudah
mendukung VGA berbasis AGP, serta mendukung media penyimpanan ringkas
seperti USB, diperkenalkannya NAT untuk berbagi koneksi Internet dan
digantikannya Virtual Device Driver dengan Windows Driver Model. Ada
juga beberapa fitur tambahan berupa aplikasi Microsoft Office dan
Internet Explorer versi 5. Windows 98 juga sudah memiliki
kemampuan-kemampuan untuk memainkan Game dan menjalankan aplikasi
Multimedia.
Perkembangan selanjutnya adalah Windows ME, tidak ada
yang spesial dari Windows ME selain transisi dukungan grafis dari
16-Bit ke 32-Bit dan pada era Windows ME sudah banyak pengguna rumahan
yang memakainya. Windows ME pun akhrinya digantikan dengan Windows NT
yang sudah mendukung arsitekstur x86 (80×86) , Intel IA64 dan AMD64
(x64) serta mendukung grafis 32-Bit. Windows NT sebenarnya dibangun dari
pengembangan IBM OS/2 dan Windows NT juga banyak digunakan dalam
jaringan komputer. Windows NT juga memperkenalkan File System NTFS yang
lebih baik dari FAT maupun FAT-32.
Selanjutnya Windows NT
berkembang menjadi Windows 2000 banyak fitur tambahan diantaranya :
Active Directory, Image Preview, Browser Internet Explorer v6, DirectX
dan Open GL, Plug and Play dan Windows Driver Model yang lebih baik
performanya dibanding sebelumnya. Setelah generasi Windows NT munculah
Windows XP yang menawarkan banyak perubahan, mempunyai banyak fitur dan
performa yang semakin mengingkat. Bisa dikatakan Windows XP merupakan
Windows yang paling laris dan digandrungi oleh pengguna PC maupun
perangkat PC bergerak (Mobile). Seiring dengan kebutuhan akan networking
maka Microsoft Corporation mengeluarkan Sistem Operasi yang
berkonsentrasi pada jaringan, yaitu : Windows Server 2003. Bisa dibilang
Windows Server 2003 adalah reinkarnasi dari Windows NT.
Banyak
sekali fitur yang ditawarkan pada Windows Server 2003 ini salah satunya
adalah diperkenalkannya platform .Net. Diperkenalkan juga fitur Domain
Controller Server, PKI (Public Key Infrastructure) Server, Domain Name
System (DNS), Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Windows
Internet Name Service (WINS), Microsoft IIS, dan lain sebagainya.
Microsoft pun melanjutkan perkembangan Sistem Operasi dengan Windows
Vista (Longhorn), ini merupakan revolusi dari Windows XP. Windows Vista
lebih mengutamakan interface atau penampilan grafis antarmuka
dibandingkan dengan performa, dibuktikan dengan adanya fitur : AERO,
Sidebar, dan lain sebagainya.
Windows Vista juga menawarkan
tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan Windows XP, karena
pada Windows Vista diperkenalkan adanya Windows Firewall with Advanced
Security, Windows Defender, Parental Control, User Account Control
(UAC), BitLocker Drive Encryption, ASLR. Windows Vista juga sudah
mengenal IPv6, DirectX versi terbaru, dan arsitekstur 64-Bit.
Perkembangan selanjutnya adalah transisi dari Windows Server 2003
menjadi Windows Home Server yang ditujukan sebagai File Server untuk
rumahan. Windows Server juga mengenalkan beberapa teknologi yaitu :
Headless Operation (Server tidak membutuhkan monitor atau keyboard untuk
memanjemen perangkat), Kontrol jarak jauh, Pemantauan kesehatan
komputer, Sharing dan Streaming.
Generasi berikutnya ditandai
dengan munculnya penggabungan Sistem Operasi Windows Vista dengan
Windows Server, yaitu Windows Server 2008. Fitur Windows Vista dan
Windows Server digabung menjadi satu padu untuk meningkatkan keamanan
dan kenyamanan End-User. Selanjutnya Windows Server 2008 berkembang
menjadi Windows Server 2008 R2. Versi terakhir Sistem Operasi besutan
Windows adalah Windows 7, Windows 7 dirilis untuk menggantikan
kekurangan Windows XP dan kelebihan Windows Vista. Boleh dikatakan
jikalau Windows 7 adalah fusi dari Windows XP dan Windows Vista, tidak
seperti pada Windows Vista, Windows 7 memiliki performa yang lebih baik
dari Windows Vista.
- UNIX
UNIX
adalah Sistem Operasi yang diciptakan oleh Ken Thompson dan Dennis
Ritchie, dikembangkan oleh AT&T Bell Labs. UNIX didesain sebagai
Sistem Operasi yang portabel, Multi-Tasking dan Multi-User. Sistem
Operasi UNIX lebih menekankan diri pada Workstation dan Server, Karena
faktor ketersediaan dan kompatibilitas yang tinggi menyebabkan UNIX
dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi sehingga UNIX pun dikembangkan
oleh banyak pihak dan menyebabkan banyak sekali varian dari UNIX ini.
UNIX
sendiri ditulis dalam bahasa C sehingga UNIX pun mirip dengan DOS yaitu
Line/Text Command Based selain itu UNIX pun merupakan Sistem Operasi
yang secure dibanding dengan Sistem Operasi lain, karena setiap file,
direktori, user dan group memiliki set izin tersendiri untuk diakses.
Karena adanya dukungan Proyek GNU, maka selanjutnya UNIX berkembang
menjadi LINUX (Salah satu varian UNIX).
- LINUX
Awalnya
dikembangkan oleh Linus Torvalds yang pada mulanya sekedar emulasi
terminal yang dibutuhkan untuk mengakses server UNIX di Universitasnya.
Linux merupakan kloningan dari MINIX (Salah satu varian UNIX), peralatan
sistem dan pustakanya umumnya berasal dari Sistem Operasi GNU. Linux
memiliki banyak disain yang berasal dari disain dasar UNIX, Linux
menggunakan Kernel Monilitik yaitu Kernel Linux yang menangani kontrol
prosses, jaringan, periferal, dan pengaksesan sistem berkas. Sama
seperti UNIX, Linuxpun dapat dikendalikan oleh satu atau lebih antarmuka
baris perintah (Command Line Interface/CLI) berbasis teks, antarmuka
pengguna grafis (Graphical User Interface/GUI) yang merupakan
konfigurasi bawaan untuk versi dektop.
Pada komputer Desktop,
GNOME, KDE dan Xfce merupakan antarmuka pengguna yang paling populer
diantara varian antarmuka pengguna lainnya. Sebuah sistem Linux
menyediakan antarmuka baris perintah lewat sebuah Shell (Konsole).
Perbedaan utama antara Linux dan Sistem Operasi Populer lainnya terletak
pada Kernel Linux dan komponen-komponennya yang bebas dan terbuka. Sama
seperti pada UNIX, Linux berkonsentrasi pada Workstation dan Server
banyak Workstation dan Server yang mengandalkan Linux karena Linux
sangat stabil digunakan untuk jangka waktu lama dan Linuxpun kebal
terhadap Malware.
Satu hal yang membedakan Linux terhadap Sistem
Operasi lainnya adalah harga. Harga Linux ini kebanyakan Gratis walaupun
ada juga yang berbayar (Lisensi). Linux dapat didistribusikan tanpa
harus memberikan royalty kepada seseorang. Linux disusun berdasarkan
standard Sistem Operasi POSIX yang diturunkan dari UNIX itu sendiri. Ada
beberapa macam Distro Linux, seperti : Debian, Lycoris, Xandros,
Lindows, Linare, Linux-Mandrake, Red Hat Linux, Slackware, Knoppix,
Fedora, Suse, Ubuntu.
- IBM OS/2
Sistem
Operasi IBM OS/2 ini dibuat secara bersama-sama oleh International
Bussiness Machine Corporation dan Microsoft Corporation, untuk digunakan
pada komputer IBM sebagai pengganti Sistem Operasi DOS. Kata OS/2
adalah singkatan dari Operating System/2, Sistem Operasi ini didesain
agar dapat menggunakan kemampuan penuh dari Mikroprosessor Intel 80286 ,
termasuk diantaranya adalah Modus terproteksi (Protected Mode), mampu
menjalankan tugas secara Simultan, serta mendukung Memori Virtual,
dengan tetap mempertahankan kompatibilitas dengan banyak perangkat lunak
MS-DOS yang beredar saat itu,
- MAC OS (MACINTOSH OPERATING SYSTEM)
MAC
OS atau Macintosh Operating System adalah Sistem Operasi yang dibuat
oleh Apple Computer khusus untuk komputer Macintosh dan tidak kompatibel
dengan komputer berbasis IBM. MAC OS merupakan Sistem Operasi pertama
yang menggunakan antarmuka pengguna grafis (Graphical User
Interface/GUI). Sistem Operasi Macintosh dibagi menjadi 2 jenis :
1.MAC OS Klasik
Tidak
memiliki sembarang Command Line (Baris perintah), menggunakan User
Interface (UI) sepenuhnya dan menggunakan Cooperative Multitasking
2.MAC OS X
MAC OS X memasukkan unsur-unsur BSD Unix, One Step, dan MAC OS X memiliki memori ala-Unix dan Pre-Emptive Multitasking.
Kelebihan MAC OS :
1.Stabil, karena menggunakan UNIX.
2.Multitasking.
3.Tampilan (UI) sangat bagus.
4.Aman dari Malware.
MAC
OS X adalah garis komputer Sistem Operasi yang dikembangkan, dipasarkan
oleh Apple Inc, MAC OS X adalah penerus dari MAC OS (Klasik). MAC OS X
dibangun di atas XNU kernel, dengan fasilitas standar Unix tersedia dari
antarmuka baris perintah.
- FREE BSD
FreeBSD
adalah Sistem Operasi bertipe UNIX bebas yang diturunkan dari UNIX
AT&T. FreeBSD berjalan di atas sistem intel x86. FreeBSD sendiri
kali pertama muncul pada tahun 1993 oleh David Greenman. Tujuan dari
FreeBSD adalah menyediakan software yang dapat digunakan untuk berbagai
kepentingan. FreeBSD sendiri dikembangkan dari 386BSD sebuah proyek
pengembangan BSD OS yang berjalan di atas Chip Intel.
-SOLARIS
Sistem
Operasi Solaris adalah sebuah Sistem Operasi yang berdasarkan UNIX
system yang diperkenankan oleh Sun Microsystems oada tahun 1992 sebagai
pendukung SunOS. Solaris terkenal karena kestabilannya, khususnya pada
sistem SPARC (Scalable Processor Architecture), Solaris disertifikasi
dalam Spesifikasi UNIX walaupun pada awal pengembangannya berdasarkan
kepemilikan pribadi, dan kebanyakan kode dasarnya sekarang ini merupakan
Software OpenSource yang biasa dikenal dengan OpenSolaris. OpenSolaris
adalah OpenSource versi Sistem Operasi Sun Solaris, tetapi Sun Solaris
terdiri dari lebih beberapa kode yang tidak hanya inti dari Sistem
Operasi misalnya : Source untuk Installer, Desktop, Software.
Open
Solaris memiliki banyak fitur yang menjadikan OpenSolaris bisa
digunakan untuk skala penggunaan yang besar dari penggunaan untuk
desktop pC atau Mobile PC. Konsep Open Solaris adalah sebagai berikut :
1.Free Redistribution : Didistribusi secara bebas.
2.Source Code : Sumber (Source) harus tersedia untuk semua distribusi.
3.Derived Works : Setiap orang bisa mengubah kode dan mendisrtibusikan kembali.
4.No Discrimination : Kode harus disediakan untuk seseorang untuk dikembagkan.
Beberapa kelebihan OpenSolaris dibandingkan dengan Sistem Operasi lain :
1.ZFS : System Rstore.
2.DTrace L : Dapat mengamati dimana aplikasi banyak menggunakan waktunya dan berapa lama.
3.Manajemen Kegagalan : Mencegah, mendiagnosa dan memperbaiki error.
4.Zona
: Mengimplementasikan sebuah abstraksi Sistem Operasi yang memungkinkan
beberapa aplikasi berjalan secara terisolasi satu dengan lainnya di
perangkat keras fisik yang sama.
5.Multimedia.
- Chrome OS
Chrome
OS adalah Sistem Operasi besutan Google yang ringan dan berbasis Linux
dan standard web untuk personal computer PC. Google Chrome bekerja
dengan metode Windowing atau switching (Multi-Tasking). Google Chrome OS
menggunakan standard web HTML 5, yang merupakan pengembangan software
di browser yang berbasis Sistem Operasi. Jika dilihat-lihat, Chrome OS
ini merupakan gabungan dari Linux dan Windows Vista. Chrome OS dirilis
pada pertengahan 2010.
Banyak sekali berbagai Macam Sistem
Operasi Komputer yang terus berkembang, Tidak ada Sistem Operasi yang
sempurna karena masing-masing Sistem Operasi memiliki daya dan ciri khas
tersendiri. Walaupun ada Sistem Operasi yang berbayar, kenapa tidak
kita coba Sistem Operasi yang Free alias gratis? Gratis bukan berarti
buruk, baik atau buruknya sebuah Sistem Operasi bergantung pada
End-Usernya sendiri. Sehingga kita harus cermat dalam memilih Sistem
Operasi yang digunakan.
Grab / grabber pengambilan data HTML website lain. Grab ini biasanya
yang diambil hanyalah sebagian kecil dari tampilan suatu website dan
dengan menghilangkan bagian-bagian yang tidak diperlukan.
Sebagai contoh kita grab kurs BCA yang kita ambil dari website www.klikbca.com.
Disini yang ku berikan adalah dasar dari grab kurs BCA, karena grab ini
tergantung dari model tampilan yang ada pada saat itu. jadi jika suatu
website mengalami perubahan tampilan, maka grab ini juga perlu berubah.
Langkah Grabber Kurs BCA : ..
Untuk memudahkan berinteraksi antara pengunjung blog dan rekan blogger yang memiliki blog, kita bisa Memasang Status Yahoo Messenger di Blog.
Ketika anda melakukan sign in melalui Yahoo Messenger (YM), status anda
bisa dilihat oleh pengunjung lain. Status ini mungkin diperlukan jika
anda menginginkan adanya interaksi dengan Pengunjung Lain.
Jika anda merasa perlu untuk
memasangnya, anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini : (secara
prinsip cara pemasangan disemua platform blog sama)
1. Login ke dashboard blog anda, lalu tambahkan Gadget/widget HTML/JavaScript
2. Kemudian Copy Paste kode dibawah ini :
3. Ganti tulisan yahoo-id-anda dengan id anda yang sebenarnya.
4. Simpanlah gadget tersebut.
5. Anda juga dapat mengkustomisasi tampilan dari Icon Status YM. Cukup
dengan merubah angka pada t=1 menjadi angka lain dari 1 - 16.
Untuk contoh dapat dilihat pada tabel dibawah ini :